Berlebaran ke Way Kambas

SRS, Taman Nasional Way Kambas

SRS, Taman Nasional Way Kambas

Cerita ini tentang saat belibur Lebaran aku dan keluarga pergi ke Lampung. Kami pergi ke Lampung dalam rangka Lebaran. Selasa, 22 September 2009

Saat bermain ke rumah bude di Rawamangun, Pakde Didi mengajak bapakku mudik ke Lampung (Metro). Dan bapakku setuju. Keesokan harinya kami sekeluarga bersiap-siap dan ± berangkat jam 08.00 . Dari rumah berangkat menuju rumah bude menjemput kak Tama, pakde Didi, dan bude Tien. Setelah itu berangkat menuju Tanjung Priok untuk menjemput pakde Ujang. Dari rumah pakde Ujang, kami semua berangkat menuju pelabuhan Merak.

Ketika sampai di Merak kami lewat jalan khusus dan masuk ke kapalnya cepet ;). Kami di bimbing kapten kapal menuju kapalnya. Langsung masuk ke kapal dan kapalnya langsung jalan. Di dalam kapal kami langsung menuju ke atas ke deck ke-3. Di deck 3 aku mencari ruangan VIP dan ternyata tidak ada, jadi aku hanya bisa bersandar di pagar kapal. Anginnya sangat kencang sehingga saat ku jalan terasa sempoyongan. Di kapal aku membeli Pop Mie. Dan aku makan di dekat pagar kapal sambil duduk lesehan. Ketika kapalnya hampir sampai aku turun ke bawah bersama kak Tama dan pakde Didi. Aku melihat ada mercusuar kecil yang ada di atas pasir yang timbul di tengah laut.

Saat sampai di pelabuhan Bakauheni, kami berjalan naik mobil dan istirahat sebentar di rumah makan Simpang Raya. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Kotabumi lewat Lampung Timur, kami salah jalan  bukannya lewat Kotagajah tapi malah lewat Seputih Banyak yang jalannya Very Broken. Ketika sampai di Seputih Banyak sudah mulai malam. Karena jalannya rusak dan mobilnya sangat cepat, mobil ku pun tertabrak dari belakang oleh mobil Panther. Karena itu kami tidak jadi ke Kotabumi karena sudah terlalu malam. Jadi, kami langsung ke Metro.

menaikkan daun suplemen makanan untuk badak

menaikkan daun suplemen makanan untuk badak

Keesokan harinya aku dan keluarga pergi ke Kotabumi ntuk bertemu buyut di rumah kakek Akim. Setelah itu kami langsung berangkat menuju Way Kambas. Kami ke Way Kambas sambil bertanya kepada orang-orang. Saat sampai di gapura TNWK di simpang Tridatu. Di gapuranya ada patung gajah bermain bola dan patung tunas kelapa. Setelah itu kami masuk sampai di pintu TNWK sekitar 7 KM dari gapura. Di situ kami bertemu dengan om Yanto di bagian admin SRS. Kami pun di bimbing om Yanto dan teman-temannya menuju SRS. Baru kami masuk langsung disambut 3 gajah liar di sisi kiri jalan, aku pun sangat terkejut melihatnya dan tak sempat terfoto. Tak lama kemudian om Yanto berhenti sebentar dan mengambil daun makanan badak liar. Om Yanto baru memberi tahu kalau tadi di belakang tiga gajah itu masih ada 77 gajah lagi. Setelah itu kami melewati pintu Way Negara Batin.

Rusa di halaman depan SRS

Rusa di halaman depan SRS

Saat sampai aku menurunkan barang-barang di mobil dan mengangkutnya ke kamar bersama bapak dan om Dedi, manager SRS. Setelah itu aku melihat seekor rusa besar sedang makan di sebelah rumah itu. Dan tak lama kemudian aku melihat seekor babi hutan sedang bejalan-jalan sekitar rumah itu. Sambil menunggu binatang lain datang kami makan malam dulu. Selagi kita makan malam orang-orang SRS rapat di rumah itu. Sesudah makan kami kembali ke rumah itu. Tapi kami tak bisa masuk ke rumah itu karena ada orang yang sedang rapat, jadi kami hanya bisa duduk di terasnya saja. Beberapa lama kami menunggu, akhirnya ada rusa lain yang betina datang ingin minum.Tak lama setelah rusa itu datang orang-orang itu pun selesai rapatnya. Setelah selesai ibu dan nenek pun tidur, sementara itu aku, adik, dan bapak belum tidur. Sambil menunggu binatang datang, om Dedi dan om Yanto bercerita lampu akan mati pada jam 12 malam dan macam-macam yang ada di hutan itu. Sudah larut malam kami semua tidur, sebelum tidur kami membuat Pop Mie dan setelah itu kami tidur.

Keesokan paginya aku bangun jam 05.00, habis bangun aku langsung shalat shubuh dan keluar dari kamar. Setelah itu aku membangunkan ibu, nenek, dan Qila, dan membuat teh panas dan makan snack. Ketika om Yanto bangun kami diajak sarapan, dan setelah sarapan aku melihat ada tiga ekor babi hutan di belakang bengkel.

Sesudah sarapan aku mengambil sepeda dan jalan ke depan SRS bersama keluarga, lalu berangkat menuju badak pertama yaitu Rosa. Kami pun menyusuri jalan setapak yang melewati kandang-kandang badak. Tidak lama kemudian kami suah sampai di tempat ROSA.

Foto dengan Rosa

Foto dengan Rosa

Sebelum melihat Rosa kita harus mencuci kaki dulu di tempat rendaman khusus. Di sana ada pondok yang bisa dinaiki orang, kami pun naik ke sana. Dari sana kami bisa melihat shelter Rosa sepenuhnya. Di sana ada kepeernya Rosa bernama pak Rakimin. Aku melihat Pak Rakimin sedang memberi suplemen makanan untuk badak. Tak lama setelah itu Rosa pun dimandikan. Setelah itu perjalanan kami pun berlanjut, menuju shelter Ratu. Di shelter Ratu, kami tak  menuci kaki lagi. Tapi di sini tak ada pondok lagi, jadi kami hanya bisa melihat Ratu dari depan shelternya. Saat aku melihat Ratu, dia terlalu banyak gaya. Dan saat Ratu mandi dia lumayan liar, tapi kepeernya pak Sunarto dapat menanganinya. Sesudah itu kami kembali ke SRS. Saat perjalanan kembali kami mendengar suara orangutan di kejauhan. Aku, ibuku, dan adikku naik sepeda, dan saat sampai di depan SRS aku melihat ada biawak sebesar adikku sedang minum dan langsung lari karena melihat orang.

om Yanto memberi penjelasan tentang Bina

om Yanto memberi penjelasan tentang Bina

Setelah itu kami semua melanjutkan perjalanan melihat badak dengan naik pickup Strada 4X4. Tak lama kemudian kami sudah sampai di shelter Bina. Di sana kami melihat Bina sedang diberi makan oleh pak Dede. Bina makan buah semangka, pisang, dll. Karena terlalu jauh kami tak bisa melihat Bina dengan jelas. Setelah itu perjalanan kami berlanjut ke shelter Andalas. Di sana kami tak bisa melihat jelas karena lebih jauh dari Bina. Andalas sudah dimandikan oleh pak Sarno. Setelah itu kami menuju ke shelter Torgamba. Di sana shelternya dekat sama dengan Rosa dan Ratu, jadi kami bisa melihat lebih jelas, tapi saat ku lihat Torgamba sedang makan, kotor (karena habis bekubang), dan menghadap arah berlawanan oleh pak Lamijo. Torgamba adalah badak tertua diantara lima badak di sana. Ratu adalah badak terliar dan terpendek. Bina adalah badak yang ekornya terpendek. Setelah itu berakhir perjalanan menyusuri badak-badak an kembali ke SRS

Ratu yang berasal dari Negararatu

Ratu yang berasal dari Negararatu

Di SRS kami berberes dan kembali ke Metro, tapi sebelum itu kami mampir dulu ke Visitor Room, di sana ada replika badak sumatera dan keterangan badak-badak di sana. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan mampir lagi ke RPU (Rhino Protection Unit). Lalu kami pergi ke Metro untuk menjemput kak Tama, pakde Didi, dan bude Tien. Dari sana kami melanjutkan ke Tanjung Karang, ke rumah nenek Eng dan kemudian ke makam bude Yanti di kebonjahe dan melanjutkan ke Bakauheni. Di sana kami salah masuk jalan, bukannya ke jalan khusus malah ke jalan loket, jadi kami harus bayar dan naik kapal sampai ke Merak. Dan pulang ke rumah.

Foto-foto di Way Kambas bisa dilihat disini.

Advertisements

One comment on “Berlebaran ke Way Kambas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s