Naik bus way

Senin 13 Pebruari 2006 / 14 Muharram 1427 H

Hari sabtu lalu aku ke jakarta. Bersama bapak, ibu, adik, Om Syarif, dan om anggoro. Mau menuju hotel Crown plaza. di hotel Crown ada pameran sekolah belanda. di hotel Crown aku minta permen dan bolpen.

Terus aku naik bus way. Pertama aku beli karcis. Sesudah itu aku tunggu di ruang tunggu. Sudah itu aku naik bus. Ternyata bus way ada acnya. Bus way tidak macet. Di bus way tidak ada pengamen dan tidak ada yang merokok. Di bus way nyaman. Bus way mau menuju kota. Aku melihat kantor bapak.

Aku sampai di kota aku turun. Terus aku beli karcis lagi. Aku naik bus way lagi ke arah blok M. Terus aku melihat istana presiden. Terus aku melihat monas yang tinggi. Aku sampai di blok M mall. Terus aku makan di rumah makan blok M. Setelah itu aku ke blok M plaza.

Di Pasir Mukti

Senin 7 Muharam 1427 H / 6 Pebruari 2006

Kemarin aku memancing. Bersama ibu, adik, dan saudara. Pertama aku melakukan makan. Aku makan di pendopo. Terus kegiatan kedua mancing. Aku hanya mendapat satu ikan saja giliran yang lain banyak. Nenekku memakai pancing besar. Karena ke asyikkan pancingnya putus. Saat saudaraku sedang mancing dia disuruh pulang. Dia marah. Tapi akhirnya dia mau pulang. Terus aku perosotan di rumput. Habis itu aku main. Terus aku melihat orang memancing ikan patin. Ditaman aku main kejar-kejaran. Terus aku mengasih makan bebek. Semua tadi aku lakukan di pasir mukti.

Kis-kis akhirnya kapok

Kis-kis adalah anak raja & ratu tupai.

Saat Kis-kis lahir, Kis-kis di sambut oleh rakyat tupai dengan makan kelapa. Raja & Ratu tupai sangat menyukai Kis-kis. Ada tiga dayang yang siap merawat Kis-kis. Nama ketiga dayang, adalah: dayang Matar, dayang Tata, dan dayang Saga.

Hari Minggu tiba. Setelah Kis-kis mandi, Kis-kis di ajak jalan-jalan oleh dayang Saga. Saat sedang jalan-jalan, Kis-kis & dayang Saga melihat buah rambutan. Saat sedang menikmati buah rambutan ada penjual buah durian. Kis-kis menerimanya dengan senang hati.

Saat mereka menikmati kedua buah itu, tiba-tiba ada penjual buah kelapa. Dan penjual itu menjauhi mereka. Kis-kis bertanya: dayang aga mengapa penjual itu menjauhi kita. Karena buah kelapa khusus untuk orang dewasa saja.

Kis-kis sedih. Dan ia pulang ke istana. Di istana dayang Saga menunduk atas kelakuannya. Kis-kis bertanya kepada ayahnya mengapa yah aku tidak boleh makan buah kelapa. Karena tidak bagus untuk pencernaanmu. Tapi Kis-kis tetap saja mau mencobanya. Tapi aneh. Anehnya Ayah malah ketawa. Tapi Kis-kis malah pergi ke luar istana.

Diperjalanan Kis-kis menemukan bekas kelapa. Tiba-tiba ada kurungan misterius. Kis-kis berteriak tolong. Ayah segera mendatangi suara itu. Ternyata suara itu adalah suara Kis-kis. Ayah segera memanggil para pengawal untuk melepaskan Kis-kis dari kurungan itu. Kis-kis menyesali perbuatannya. Kis-kis berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.

Dongeng pengantar tidur #4. Di buat oleh: kak Rasyid Akbar.

Keterangan: Alta menceritakan kembali buku cerita bergambar yang dibaca. Ditulis pada hari Selasa, 1 Muharram 1427 H / 31 Januari 2006.