Pada malam Jum’at 2 Januari 2009 aku di rumah hanya bersama bapak yang sedang membuka internet (Facebook). Di Facebook bapak mencari om Falla untuk di ajak dan ternyata kebetulan om Falla sedang online chatnya. Saat sedang chating om Falla agak ragu karena dia juga diundang pernikahan temannya. Dan akhirnya om Falla ikut juga. Saat malam pun aku dan bapak menyiapkan baju-baju untuk di sana. Katanya sih di sana dingin banget tapi saat kami sampai menurutku tidak terlalu dingin.

Di kantor TNGH
Saat pagi hari tiba, aku bangun jam 05.00 WIB. Aku baru ingat saat aku melihat koper dan aku disuruh ganti baju yang bagus. Dan aku pun berangkat dari rumah, di depan Jambu Dua aku menjemput om Koen yang sedang baca koran. Setelah itu kami pun berjalan kembali dengan mobil Gran Max menuju terminal bus yang di sebelah Botani Square untuk menjemput om Falla. Sesudah menjemput om Falla kami pun melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi.
Lalu kami pun menuju kantor TNGH (Taman Nasional Gunung Halimun) di Kabandungan untuk melaporkan ingin menginap di Stasiun TNGH. Di kantor kami beristirahat sebentar. Di dalam kantor ada denah stasiun TNGH, mulai dari tempat penginapannya, canopy, sungai Cikaniki, dan hutan-hutannya. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun TNGH dengan melewati jalan batu yang panjangnya 18 KM.

Jalan menuju TNGH
Pada awalnya jalan yang kami lewati bagus tapi lama-lama rusak-rusak dan lama-lama bebatuan. Di tengah perjalanan ibu membeli minyak dulu sebelum sampai. Setelah beberapa lama kami pun sampai di Gate selamat datang di TNGH. Sesudah melewati gatenya aku menengok ke atas lewat kaca mobil dan disitulah aku melihat elang pertama di TNGH itu. Saat diperjalanan aku dan om Falla duduk di belakang pas di kursi di atas ban. Jadi aku dan om Falla terombang-ambing ( lompat-lompat). Dan itu terjadi dalam jarak 18 KM. Di jalan menuju stasiunnya kami melihat banyak bunga Anggrek hutan yang bagus dan banyak warnanya. Jalan di sana bebatuan dan sempit (di kanan jurang, di kiri tanah yang cukup tinggi).
Setelah mengalami perjalanan yang cukup panjang dengan jalan yang rusak (bebatuan), akhirnya kami sampai juga.






wuah.. reportasenya dibagi dua ternyata.. segera meluncur ah
semangat alta.
ini ada om falla sedang baca..
kalah ni ma alta yang udah di update ceritanya..
Terima kasih banyak ya om Falla dan bogorbiru. (Thank you very mach)
.