Feeds:
Posts
Comments

Saat kami sampai kami pun masuk ke dalam penginapan, ternyata masih ada orang lain yang menginap di situ. Terpaksa deh baru hanya bisa menaruh baju di kamar No.5. Setelah kami mengangkut persiapan ke kamar kami di ajak naik canopy trail , di sana hutannya masih asli sekali, aku rada-rada takut sebenarnya, tapi karena senang rasa takut pun hilang.

Di Canopy Trail

Di Canopy Trail

Perjalanan menuju canopy trail kira-kira 300 M dari penginapan. Di perjalanan kami melewati sungai kecil dengan dua sampai tiga batu sebagai tangganya. Dan karena kami belum tahu di mana letak jamur bercahaya kami pun hanya melewatinya dengan santai menuju canopy trail. Saat sudah sampai di canopy trail kami harus menaiki tangga alumunium (menara) setinggi 20-25 M. Setelah sampai kami meneruskan perjalanan (di canopy trail). Awalnya aku takut melihat ke bawah dan takut jatuh. Tapi saat aku sudah sampai di shelter 2 aku harus menuruni tangga kecil kira-kira hanya 2 M. Itu yang membuatku semakin ngeri, dan saat aku tiba di shelter 3 aku mulai tidak takut lagi karena trailnya tidak mungkin jatuh dan yang membuatku yakin adalah aku menyadari kalau pegangan trailnya terbuat dari baja. Saat aku tiba di shelter 4 aku tidak bisa melanjutkan lagi karena trailnya baru jadi setengah jalan. Di shelter 4 aku kembali sedikit takut karena di suruh ibu&bapak untuk foto dekat trail yang belum jadi. Ketika aku dengan yang lain (kecuali om Koen) sedang foto, aku sempat melihat ke belakang dan saat aku melihat aku pun melihat om Koen sedang melewati trail yang belum jadi. Setelah foto aku memberi tahu bapak & ibu, lalu bapak & ibu hanya senyum dengan suara tawa kecil dan tidak berkata apa-apa, lalu setelah itu aku diamkan saja. Tidak lama kemudian, kami kembali lagi ke bawah bersama om Koen.

Bermain Air Di Curug Macan

Bermain Air Di Curug Macan

Setelah sampai di bawah kami melanjutkan perjalana menuju Curug Macan (air terjun). Di tengah perjalanan kami melewati penginapan dulu, di penginapan aku menaruh jaket karena sudah mulai siang dan mulai panas.  Setelah menaruh jaket, kami melanjutkan perjalanan menuju Curug Macan. Perjalanan menuju Curug Macan sangat menyeramkan (bagi yang takut) karena di sebelah kiri ada rumput, pohon dan rotan. Dan di sebelah kanan ada  jurang yang langsung menuju sungai cikaniki yang banyak batu dan aliran cukup deras. Di perjalanan kami menemui beberapa pohon melintang di tengah  jalan, tapi setiap pohon pasti ada celah untuk lewat ;-D. Saat telah tiba di sana kami langsung nyebur tanpa buka baju. Airnya cukup dingin bagiku tapi bagi Qila mungkin sangat dingin. Setelah puas bermain di sana, kami pun kembali lagi ke tempat penginapan.

Saat Di Kebun Teh

Saat Di Kebun Teh

Setelah sampai kami mandi bergantian. Sesudah itu kami istirahat sebentar sebelum ke kebun teh. Saat sudah makan siang kami segera bersiap-siap menuju kebun teh. Setelah siap, kami segera berangkat menuju kebun teh. Di kebun teh kami makan cemilan dan bermain bulu tangkis. Lalu om Falla naik ke atas menuju kebun bagian atas, aku pun ingin ikut dan aku diperbolehkan oleh ibu. Aku segera ke atas lewat tempat yang mudah di laluiku. Saat om Falla sedang foto-foto, om Falla melihat ke belakang dan om falla kaget karena melihat aku ada di belakangnya. Lalu aku dan om Falla berjalan-jalan hingga kami berdua kembali ke tempat berkumpul. tak lama kemudian, kami (aku, qila dan om Falla) naik kembali ke kebun teh dengan rasa senang dan ingin menjelajah. Hingga kami di tinggalkan oleh mobil. Kami pun mengejar sampai kami menemukan mereka (itupun sudah mengejar cukup jauh).

Kepatter Di Citalahab

Kepatter Di Citalahab

Sesudah itu kami berjalan kembali sampai kami ingin masuk ke perkemahan Citalahab (yang sebenarnya tidak boleh di masuki mobil SVT 2X2 seperti Gran Max). Saat kami ingin kembali ke tempat penginapan kami pun mendapatkan masalah baru yaitu, kepatter di saat tanjakan. Kami semua bersama orang-orang di perkemahan berusaha keras hingga kami bisa kembali ke perkemahan dengan rasa lega.

Malam pun tiba, kami diajak lagi melihat jamur bercahaya. Awalnya aku setengah percaya, tapi saat aku melihat aku baru sangat percaya kalau ada jamur yang bersinar sendiri. Saat sudah puas kami kembali lagi ke penginapan.

Malam Saat Melihat Jamur

Malam Saat Melihat Jamur

Keesokan harinya kami diajak lagi untuk melihat OWA. Untuk bisa melihat Owa kami harus ke dalam hutan. Di hutan banyak yang belum pernah kulihat, misalnya: Pohon Rotan, Owa, Tanaman obat yang liar, dll. Setelah beberapa lama melihat Owa, kami melanjutkan perjalanan menuju luar hutan yang ternyata menembus ke Perkemahan Citalahab. Ketika kami lewat, kami melihat beberapa orang yang kemarin membantu kami mendorong mobil. :-) .

OWA In Action

OWA In Action

Kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan untuk bersiap pulang. Tapi sebelum itu kami masih melanjutkan searching Elang di kebun teh. Saat sampai di tempat yang tepat, pak pembimbing kami langsung menemukan elang itu walaupun terlihat sangat kecil, jauh, dan tersembunyi. Saat sedang melihat-lihat tiba-tiba ibu menemukan elang yang jaraknya cukup dekat. Saat dilihat ternyata itu adalah elang ular. Ketika kami sudah puas melihat elang, kami melanjutkan menuju sungai Cikaniki untuk mandi (bebek).

Elang Ular

Elang Ular

Setelah puas, kami bersiap untuk pulang kembali. Sebelum pulang kami semua tertidur di panggung belakang rumah tempat kami menginap. Di situ kami tidur lumayan nyenyak dengan bantal dari tangan masing-masing ataupun dengan sarung sleeping bag. Ketika bangun tek terasa sudah jam 02.00 siang, kami pun segera makan siang dan bersiap untuk pulang. Saat sudah siap kami pun pulang melewati kebun teh dan membeli tehnya. Setelah dapat tehnya kami segera pulang karena sudah cukup sore. Di perjalanan kami melewati desa Nanggung dan melihat beberapa kandang ayam yang besar-besar.

Di bawah ini bisa dilihat video Owa Jawa yang saya lihat di TNGH

Pada malam Jum’at 2 Januari 2009 aku di rumah hanya bersama bapak yang sedang membuka internet (Facebook). Di Facebook bapak mencari om Falla untuk di ajak dan ternyata kebetulan om Falla sedang online chatnya. Saat sedang chating om Falla agak ragu karena dia juga diundang pernikahan temannya. Dan akhirnya om Falla ikut juga. Saat malam pun aku dan bapak menyiapkan baju-baju untuk di sana. Katanya sih di sana dingin banget tapi saat kami sampai menurutku tidak terlalu dingin.

Di kantor TNGH

Di kantor TNGH

Saat pagi hari tiba, aku bangun jam 05.00 WIB. Aku baru ingat saat aku melihat koper dan aku disuruh ganti baju yang bagus. Dan aku pun berangkat dari rumah, di depan Jambu Dua aku menjemput om Koen yang sedang baca koran. Setelah itu kami pun berjalan kembali dengan mobil Gran Max menuju terminal bus yang di sebelah Botani Square untuk menjemput om Falla. Sesudah menjemput om Falla kami pun melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi.

Lalu kami pun menuju kantor TNGH (Taman Nasional Gunung Halimun) di Kabandungan untuk melaporkan ingin menginap di Stasiun TNGH. Di kantor kami beristirahat sebentar. Di dalam kantor ada denah stasiun TNGH, mulai dari tempat penginapannya, canopy, sungai Cikaniki, dan hutan-hutannya. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun TNGH dengan melewati jalan batu yang panjangnya 18 KM.

Jalan menuju TNGH

Jalan menuju TNGH

Pada awalnya jalan yang kami lewati bagus tapi lama-lama rusak-rusak dan lama-lama bebatuan. Di tengah perjalanan ibu membeli minyak dulu sebelum sampai. Setelah beberapa lama kami pun sampai di Gate selamat datang di TNGH. Sesudah melewati gatenya aku menengok ke atas lewat kaca mobil dan disitulah aku melihat elang pertama di TNGH itu. Saat diperjalanan aku dan om Falla duduk di belakang pas di kursi di atas ban. Jadi aku dan om Falla terombang-ambing ( lompat-lompat). Dan itu terjadi dalam jarak 18 KM. Di jalan menuju stasiunnya kami melihat banyak bunga Anggrek hutan yang bagus dan banyak warnanya. Jalan di sana bebatuan dan sempit (di kanan jurang, di kiri tanah yang cukup tinggi).

Setelah mengalami perjalanan yang cukup panjang dengan jalan yang rusak (bebatuan), akhirnya kami sampai juga.

Di pintu Ramashinta Dufan

Di pintu Ramashinta Dufan

Saat pagi hari di rumah Semi aku bangun jam 05.30. Aku bangun dan keluar untuk shalat subuh, sesudah shalat aku membaca buku. Saat aku sedang membaca buku aku mendengar suara-suara dari atap, dan aku takut karena aku sedang sendiri di luar. Lalu aku masuk kembali ke dalam kamar dan mencoba membangunkan Qila & Rava untuk shalat subuh juga, tapi mereka tidak bisa di bangunkan dan akhirnya karena takut aku tidur lagi dan saat aku bangun sudah jam 06.45.

Ketika aku bangun aku baru ingat aku akan ke Ancol untuk melihat Slam Dunk VS Motor Action. Aku pun mandi bergantian bersama saudaraku. Sesudah itu aku diantar ke rumahku dengan mobil tante Rika. Dan aku pun sampai rumah bersama yang lain (saudaraku), tapi Semi dan Rava ingin ikut tapi tak boleh karena kata ibunya mahal, padahalkan hampir semua gratis.

Aku baru berangkat jam 10.00 karena ibuku harus masak dulu untuk bekal. Dan aku pun berangkat, di depan indomart Warung Jambu aku menjemput om Koen. Dan di depan pool bus damri baranang siang aku menjemput om Falla & tante Ismi. Aku pun jalan lagi menuju Ancol.

Memasuki Dufan

Memasuki Dufan

Saat aku sampai di Ancol aku menuju Dufan bersama dengan pak Bowo, tante Lisa, om falla, tante Ismi, ibu dan bapak dengan om Koen. Sebelum aku masuk Dufan aku berdiri di bawah air yang menyembur dari pipa yang mirip kabel listrik. Aku pun bermain dahulu bersama yang lain. Lalu aku dan yang lain masuk ke Hall RAMASHINTA. Saat aku masuk Slam Dunk VS Motor Action-nya sudah mau mulai. Aku pun berkata “huh untung sudah hampir dimulai dari pada menunggu lama disana, dan juga dari pada sudah dimulai”. Dan tak lama kemudian acara pun sudah dimulai dengan sambutan yang mengagetkan (karena suaranya tiba-tiba keras ;-) ). Acara itu dimulai dengan sambutan yang hebat yaitu Dancer-dancer, Dua pembawa acara yang cukup lucu dan ½ aneh. Tapi aku pun menikmati acara itu dengan takjub dan merasa itu melebihi hebat (tapi itu hanya gayanya).

free style

free style

Pertama, aku melihat para pemain Slam Dunk yang very amazing karena saat memasukkan bola ke dalam ring dengan trampolin yang miring dan tidak menghadap ke ring tapi mengahadap ke mereka (trampolinnya hanya 45˚) dan gayanya free style abis.

motor in action

motor in action

Kedua, aku melihat para pemain Motor Action yang sangat hebat karena mereka bisa berdiri dengan roda depan (hanya kira-kira 45˚), berdiri dengan roda belakang , melewati tangga naik dan turun , melewati rintangan naik dan turun dengan ada sela yang cukup lebar, dan melewati rintangan sebesar roda mobil Big Foot yang bertulisan BNI dengan naik dan turun.

Dunk setelah mendapat umpan dari pengendara motor

Dunk setelah mendapat umpan dari pengendara motor

Ketiga, Slam Dunk dan Motor Action digabungkan dan itu lebih seru lagi Slam Dunk memperlihatkan aksi-aksi yang sangat seru seperti satu orang menaiki punggung temannya menuju ring dan bolanya masuk, Motor Action menampilkan yang jauh lebih seru lagi seperti lompat dari bawah keatas yang kira-kira tingginya 2 meter dan naik ke atasnya lagi 1 meter, dan juga lompat dari bawah setinggi 3 meter ke atas, Slam Dunk menyuruh Motor Action untuk memegang bola yang ada apinya dan satu orang dari Slam Dunk melompat dan mengambil bola itu untuk dimasukkan ke dalam ring dan bola itu masuk dengan api yang padam.

Foto di pintu keluar Ramashinta

Foto di pintu keluar Ramashinta

Dan selesailah pertunjukan pada pukul 14.45 aku pun keluar dan saat aku keluar aku melihat air hujan rintik-rintik, dan untung saja aku membawa payung. Aku dan yang lain pun jalan mencari makanan ringan karena di mobil ada makanan berat buatan ibu. Saat aku sedang makan popmie di pinggir taman yang terdiri dari 1 pohon kecil aku merasa ada yang jalan di leherku saat ku pengang dan ku gulung tiba-tiba aku melihat di tanganku ada seekor ulat bulu dan seekor lagi di bagian bawah bajuku aku pun segera pergi dari taman kecil itu dan ke dekat ibu dan adik.

Mengganjal perut

Mengganjal perut

Lalu aku membeli permen kapas yang kecil tapi saat kulihat “kok besar banget ini-mah bukan kecil namanya, yang kecil saja sudah sebesar ini apalagi yang besar, sebesar apa ya..??”. Aku dan yang lain pun berjalan lagi keliling Dufan. Sebenarnya sih Qila mau masuk ke istana boneka tapi saat dilihat antriannya seperti ular naga panjangnya . Lalu ibu dan tante Ismi ingin ke permainan cangkir tapi saat dilihat juga antriannya sama panjangnya.

Memberi makan Ikan Koi

Memberi makan Ikan Koi

Jalan pun dilanjutkan dan aku melihat Tornado, Niagara-gara, poci-poci, dan memberi makan ikan KOI. Setelah itu aku keluar dari Dufan tapi sebelum aku dan yang lain keluar aku melihat meriam dengan ukiran tangan dibelakangnya serta foto di depan jembatan … Intan dan bersama pak Bowo. Lalu aku keluar menuju mobil bersama yang lainnya. Saat sudah masuk mobil kami menuju ke pantainya untuk makan siang/sore. Dan ke pantai juga untuk menangkap kepiting.Setelah itu aku mengantar tamte Lisa ke pool bus. Lalu tante Ismi & om Falla , dan yang terakhir om Koen tapi dari tante Ismi sampai om Koen hanya diantar sampai Botani Square.

Film waktu Slam Dunk:

Bisa didownload dengan klik disini.

Yang cerita juga:

Selamat Hari Ibu

Selamat hari ibu-ku ucapkan kepada ibuku, seluruh ustadzah di At-taufiq yang telah membimbingku sampai kelas lima ini.

Semoga ALLAH membalasnya. ;-)

Older Posts »